Initial Public Offering (IPO) Saham

Initial Public Offering saham

Artikel berikut ini akan membahas berkaitan dengan Initial Public Offering (IPO) saham sebuah perusahaan. Dalam artikel ini juga membahas cara memesan saham yang sedang melakukan Initial Public Offering. Selamat membaca.

Apa itu Initial Public Offering (IPO) ?

Initial Public Offering (IPO) adalah proses transformasi suatu perusahaan menjadi perusahaan publik dengan menjual sebagian dan/atau seluruh perusahaan melalui penawaran pasar perdana (primary market), dimana selanjutnya kepemilikan perusahaan dapat diperjualbelikan melalui transaksi saham pasar sekunder (secondary market).

Lihat Juga : Daftar Saham yang termasuk dalam Index LQ 45 Tahun 2021

Cara memesan saham IPO

Para Investor yang ingin mendapatkan saham yang sedang melakukan Initial Public Offering (IPO), dapat melakukan pemesanan saham yang akan listing di BEI melalui proses bookbuilding dan pooling. Proses pemesanan dapat dilakukan melalui System E-IPO yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia melalui link https://www.e-ipo.co.id/id. Jika terjadi refund tehadap saham yang sedang IPO, Refund akan dikirimkan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ke masing-masing Sub Rekening Efek (SRE) Nasabah dan selanjutnya akan dikembalikan ke masing-masing  Rekening Dana Nasabah (RDN) nasabah.

Catatan : 

Calon Investor hanya dapat melakukan 1 pemesanan di 1 sekuritas, apabila terdapat pemesanan ganda, pemesanan akan dibatalkan oleh Biro Administrasi Efek (BAE), BAE hanya melakukan penjatahan atas 1 pemesanan di salah satu Sekuritas.

Lihat Juga : Tips Trading Saham bagi Pemula

E-IPO (Electronic Indonesia Public Offering)

E-IPO (Electronic Indonesia Public Offering) adalah sistem elektronik berbasis web yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan informasi terkait Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) serta untuk melakukan pemesanan saham IPO dari emiten yang sedang melaksanakan Penawaran Umum melalui sistem e-IPO.

Tujuan e-IPO :

  1. Untuk meningkatkan kemudahan akses para investor untuk berpartisipasi dalam Pasar Perdana Saham yang sedang menawarkan saham perdananya ke publik
  2. Meningkatkan kesempatan investor dalam memperoleh alokasi penjatahan sehingga tidak terjadi monopoli terhadap saham yang sedang ditawarkan secara publik
  3. Dapat memperluas partisipasi perusahaan efek sebagai Selling Agent dalam proses penawaran umum saham tersebut.
  4. Meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Pasar Sekunder pasca Penawaran Umum.

 

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Post