Friday, 05 March, 2021

Simulasi Skala Besar (SSB) AKM


Asesmen Kompetensi Minimal

Tanggal 24 – 25 November 2020, Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Simulasi Skala Besar (SSB) AKM (Asesemen Kompetensi Minimal) untuk tingkat SMA Negeri dan Swasta serentak di seluruh Indonesia. Terdapat 5 orang siswa sebagai peserta setiap sekolah. Kelima siswa merupakan perwakilan dari semua siswa kelas XI di jenjang SMA. Pelaksanaan Simulasi tersebut berjalan lancar, walaupun dimulai tidak sesuai jadwal dikarenakan adanya optimasi server di pusat.

Untuk Anda pembaca yang belum begitu mengenal apa itu AKM dan bagaimana Prosesnya, Berikut akan dijelaskan secara detail mengenai AKM.

 

Pengertian AKM

Seperti yang dikutip dari sumber aslinya, definisi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat”

AKM merupakan singkatan dari Asesmen kompetensi minimal dan merupakan salah satu tes yang menjadi bagian dari Asesmen Nasional yang merupakan pengganti Ujian Nasional (UN). Dalam postingan ini akan di jelaskan hal yang berkaitan dengan AKM

Mengenal SSB AKM

Lihat Postingan sebelumnya : Apa itu Asesmen Nasional)

Kompetensi yang di ukur AKM

Lebih lanjut di jelaskan bahwa terdapat dua jenis kompetensi mendasar yang akan diukur dalam AKM, yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan literasi numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi.

Pada dasarnya AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Lihat Juga : Pembaharuan Dapodik 2021.b

AKM

Literasi Membaca dan Numerasi pada AKM

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia

Waktu Pengerjaan 

Dalam pelaksanaan Asesemen Nasional, setiap responden akan mengerjakan dua jenis tes dan dua buah survei, yaitu tes literasi membaca, tes numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Tes dan survei tersebut akan dikerjakan oleh peserta selama 2 hari dengan rincian sebagai berikut:

Lihat Juga : Informasi BSU untuk Guru, Tendik dan Dosen

1. Jenjang SD/MI dan paket A/ULA

Hari 1: Tes Literasi (75 menit) dan survei karakter (20 menit).

Hari 2: Tes Numerasi (75 menit) dan survei lingkungan belajar (20 menit).

2. Jenjang SMP/MTS dan paket B/WUSTHA serta jenjang SMA/SMK/MA dan Paket C ULYA

Hari 1: Tes Literasi (90 menit) dan survei karakter (30 menit).

Hari 2: Tes Numerasi (90 menit) dan survei lingkungan belajar (30 menit).

Waktu Asesmen Nasional

Level Pembelajaran yang di Ujikan

Ada enam level pembelajaran yang di uji dalam AKM, yaitu :

  • Pertama, level 1 untuk kelas 1 dan 2 SD
  • Kedua,¬† level 2 untuk kelas 3 dan 4 SD
  • Ketiga, level 3 untuk keas 5 dan 6 SD
  • Keempat, level 4 untuk kelas 7 dan 8 SMP
  • Kelima, level 5 Untuk Kelas 9 SMP dan Kelas 10 SMA
  • Keenam, level 6 untuk kelas 11 dan 12 SMA

Level AKM

(sumber)

 

loading...

0 comments on “Simulasi Skala Besar (SSB) AKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *